Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Februari 2011

Meringkas Sebab-Sebab Dari Semua Penyakit

Orang-orang yang tercengang apa penyebab dari penyakit itu, dan penyakit lainnya, dapat dengan cepat menguji setiap persoalan sebagai berikut :
Kini sepenuhnya telah dimengerti, bahwa kehidupan dan kematian sedang berperang di antara sesamanya bagaikan peperangan di antara bangsa-bangsa itu sendiri. Bala tentara dari bangsa yang satu mungkin memuntahkan peluru atas bala tentara bangsa yang lainnya, namun tidak semua prajurit menerima bentuk luka yang sama sekalipun seluruh bala tentara diberondong oleh tembakan yang sama. Dalam keadaan yang sama, tubuh-tubuh manusia adalah prajurit-prajurit dan penyebab penyakit ialah senjata. Musuh yang dahsyat dalam peperangan di antara sorga dan bumi. OLeh sebab itu, meskipun sebagian orang menderita karena sakit kepala, sebagian karena sakit perut, sebagian karena sakit gula, sebagian karena sakit anemia, karena sakit jantung, batu empedu, neuritis, atau sakit-sakit yang lainnya, namun sekaliannya itu menderita karena alasan yang sama --- singkatnya karena mereka dalam satu dan lain hal telah keluar dari satu-satunya benteng pertahanan mereka, yaitu hukum-hukum Allah. Inilah diagnosa yang terakhir dari semua penyakit. Tinggalah dekat pada Alam, maka Allah akan tinggal dekat dengan anda.

Apakah Yang Harus Diketahui Oleh Setiap Orang?

Jika seseorang menderita sesuatu penyakit keturunan, karena hanya kesalahan orang tuanya, atau karena kakek neneknya, atau karena leluhurnya, maka ia tentunya tidak berdaya untuk berbuat apapun dalam usaha untuk sembuh kembali selengkapnya, baik itu melalui pertarakan ataupun oleh menggunakan obat-obatan. Mungkin saja ia dapat mengendalikan penyakit itu atau bahkan menguasainya dengan cara mematuhi secara ketat semua hukum Allah, sambil menyadari bahwa tidak ada apapun di dunia ini yang dapat menyembuhkan secara sempurna penyakit yang sedemikian ini, terkecuali doa, sekiranya hikmat Allah berkenan demikian itu.
Sebaliknya, jika seseorang menderita suatu penyakit yang telah dihubungkan kepadanya atau penyakit yang bersifat komunikatif, yang disebabkan karena dosa seseorang terhadap sesamanya, maka untuk membuang penyakit itu sekaligus dan untuk selamanya, ia harus bertobat daripada dosanya, mempraktekkan pedoman emas yang berbunyi : "Segala perkara apapun juga yang kamu kehendaki supaya dilakukan orang kepada dirimu, lakukanlah juga sedemikian itu kepada mereka." Matius 7:12.
Tetapi jika penyakit itu adalah bukan penyakit keturunan dan juga bukan penyakit komunikatif, maka ia itu harus merupakan penyakit ciptaan sendiri, yang diperoleh diri sendiri, karena melanggar hukum-hukum kesehatan, dengan cara hidup yang tidak benar dari segi apapun.
Oleh sebab itu, orang bijaksana akan mengoreksi kebiasaan-kebiasaan hidup mereka --- yaitu menjamin agar mereka tidak berdosa melawan Allah atau melawan sesama manusianya, agar mereka tidur, bernafas, makan, minum, dan bekerja dengan benar dan beribadah, sekiranya ada terdapat suatu pengobatan atas segala-galanya, mereka akan memilikinya.
Penyebab dari setiap contoh penyakit ini berhasil didefinisikan, maka penderita sesuatu penyakit dari antara ketiga jenis penyakit-penyakit itu tanpda kesulitan dapat memastikan sendiri, yang mana dari antara ketiga hukum itu yang sedang dilanggarnya sehingga harus membayar sanksi yang diakibatkannya. Sungguhpun demikian, jika ia menderita berbagai komplikasi penyakit-penyakit, maka ia pasti sedang melanggar semua hukum Allah. Mulai sekarang, hendaklah ia berhenti berbuat dosa dalam kebiasaan apapun jika sekiranya ia berharap untuk sembuh kembali dan tetap sehat.
Banyak penyakit secara keliru diklasifikasikan sebagai penyakit menular. Sebagai contoh, tuberculosis (T.B.C) sesungguhnya tidak dapat menular, bagi seseorang yang terjangkit dengan penyakit itu, maka ia dapat menyembuhkannya secara efektif, jika ia mulai hidup dengan benar selagi ia masih dalam tahap-tahap permulaannya. Jadi jelaslah, jika orang selalu hidup benar, maka ia tidak perlu takut terhadap penyakit yang kelak memperoleh tempat berpijak di dalam tubuhnya. Sebab itu dalam analisa yang terakhir sejumlah penyakit yang disebut menular itu tidak seperti pada kenyataannya. Tegasnya, sekaliannya itu adalah infeksi yang disebabkan oleh diri sendiri. Dan kini, betapa beruntung seseorang harus memikirkan dirinya sendiri untuk mengerti bahwa hidup yang benar dan berbuat yang benar, disertai iman pada Allah, sesungguhnya akan menyingkirkan sejumlah besar kesusahan.

Rabu, 02 Februari 2011

SEBAB-SEBAB PENYAKIT

Penyakit telah diidentifikasikan dalam tiga kategori yang berbeda, yaitu penyakit keturunan, komunikatif, dan ciptaan sendiri (diperoleh). Karena demikian halnya, maka harus ada tiga jenis dosa, yaitu tiga jenis hukum yang dilanggar. Dua dari hukum-hukum ini terdapat di dalam Dua Loh Batu itu (Keluaran 20:3-17). Yang pertama melarang berbuat dosa melawan Allah, dan yang kedua melawan sesama manusia kita. Oleh sebab itu, maka yang ketiga ialah hukum kesehatan, yaitu hukum yang melarang melakukan pelanggaran terhadap tubuh kita (Imamat 11; Yesaya 66:16, 17).
Jadi jelaslah, bahwa dosa melawan Allah akan mendatangkan suatu kutuk yang bersifat turun-temurun, yaitu jenis kutuk yang turan dair ayah kepada anak "sampai kepada generasi yang ketiga dan keempat dari mereka yang membenci akan Daku" (Keluaran 20:5), demikianlah firman Tuhan. Dan berdosa melawan sesama manusia kita akan mendatangkan penyakit-penyakit komunikatif, yang ditunjukkan dalam kenyataan sewaktu Miriam berdosa melawan saudaranya, Musa, ia telah dipalu dengan penyakit menular, yaitu lepra (Bilangan 12). "Hormatilah akan bapamu dan akan ibumu supaya segala harimu dapat menjadi panjang......". Keluaran 20:12. Sebab itu "apapun yang ditabur seseorang, itu juga yang akan dituainya." Galatia 6:7. Demikianlah halnya, bahwa sewaktu Haman membangun tiang gantungan untuk menggantung Mordekhai di atasnya, maka ia sendirilah yang telah digantung pada tiang itu (Ester 7:9, 10). Dan sewaktu Daniel secara tidak adil dicampakkan ke dalam kandang singa, maka justru musuh-musuhnya sendirilah yang telah ditelan oleh binatang-binatang yang lapar itu, sedangkan Daniel telah diluputkan (Daniel 6:16, 22, 24). Terlebih lagi, sewaktu tiga orang Ibrani itu dicampakkan ke dalam dapur api yang bernyala-nyala, maka justru orang-orang yang membawa mereka itulah yang dimakan oleh nyala-nyala api, tetapi orang-orang Ibrani itu telah keluar tanpa cedera (Daniel 3:21-23). Demikianlah pula, "orang yang membawa ke dalam tawanan ia akan masuk ke dalam tawanan; orang yang membunuh dengan pedang ia harus dibunuh juga dengan pedang." Wahyu 13:10.
Maka itulah suatu kenyataan yang tidak pernah gagal, bahwa jika seseorang menganiaya tetangganya, atau bermaksud hendak berbuat sedemikian itu, maka cedera itu akan menimpa dirinya sendiri; dan jika ia mengganggu anak-anak tetangganya, maka anak-anaknya sendiri akan menderita sebagai akibatnya. Sungguhpun demikian, penyakit-penyakit yang bukan karena keturunan, diciptakan sendiri oleh orang berdosa oleh berdosa melawan dirinya sendiri. Bagaimanapun juga berdosa melawan tetangga ataupun berdosa melawan diri sendiri secara tidak langsung adalah juga berdosa melawan Allah.